Friday, December 29, 2017

Tekanan Hidup

.

Suasana terang dan permai
Angin pagi mengalir lembut, sejuk
Segar memenuhi dada
Hijau saujana mata
Ciak, punai, terkukur mencicip padi
Belibis, reruak, kedidi mandi pagi
Merbah, tiong, kelicap melompat
Dari pokok pisang ke pokok cermai
Mengelak jerat bidas dan perekat bacang
Alangkah damainya...

Namun hati manusia yang menghuninya
gundah tak berperi, merenung langit lepas
memohon ehsan belas
Masih banyak yang belum mencukupi
Anak-anak bersekolah, sepatu berlubang
tak berganti, baju putih
kusam dek peluh lelah terik tengahari
Puyu, keli, pucuk ubi
Sajian hari demi hari
Keluh sang petani, memohon dimurahi rezeki.


.

Wednesday, May 20, 2015

Suara gelisah

.


Melihat dia melangkah pergi
Aku termanggu ditemani sepi
Ruang kosong yang ditinggalkan
Mengumpul sunyi perlahan-lahan
Sedih...
Menggamit dia diawang-awangan
Kosong angin melolos tangan
Bayang-bayangnya
Seakan-akan benar di mata
Pancaran harapan
Atau tidak menerima kenyataan
Dia pergi....sudah pergi
Tapi suaranya
Seakan-akan masih di sini
Cukuplah dengan suaranya
Menemani aku hidup
Di maya pada.






.